Rabu, 11 September 2019

Kepergian

Entah mengapa,
Aku tak mengerti lagi,
Kau yang memaksa ku,
Pergi  jauh darimu,
Menghilang dari kehidupan mu,
Namun mengapa,
Hati ini tak terima dengan semuanya,
Semuanya terjadi begitu cepat,
Tanpa sepatah kata pun,
Kau pergi menjauh dariku,
Aku yang tak mengerti,
Aku yang kini bingung,
Aku yang kini tak terima dengan keadaan,
Aku yang kini merindukanmu,

Namun aku,
Aku yang tetap berusaha tegar,
Aku yang hanya bisa pura-pura tersenyum,
Aku yang tak bisa lagi menatap matamu,
Aku yang masih menginginkan mu,

Aku akan selalu menuruti apa kata mu,
Kau memaksaku pergi,
Aku akan pergi,
Hanya satu pintaku saat itu terjadi,
Jangan sesali perbuatanmu,
Jangan tangisi keadaan,
Berbahagialah dengan keputusanmu,

Jangan hiraukan aku,
Jangan hiraukan keberadaanku yang tak ingin lagi kau rasakan,
Percayalah aku akan baik-baik saja,
Percayalah aku akan selalu tersenyum,
Percayalah disetiap kesedihanku terdapat kebahagiaan dari mu yang bahagia dengan hilangnya aku,

Namun,
Satu pintaku,
Jangan kau minta aku kembali,
Karena kepedihan yang kurasakan sangat lah sakit,
Kepedihan yang tak ingin lagi kurasakan,
Berbahagialah tanpaku,
Temukan lah dia yang pantas untukmu,

Bukannya aku tidak ingin bersikap seperti dulu kepadamu,
Bukannya aku tidak perduli padamu lagi,
Bukannya aku tidak memperhatikan mu,
Hanya saja,
Setiap aku melihat wajahmu,
Hanya kekecewaan dan kesedihan yang kurasakan,
Hanya warna hitam dalam hariku,
Hanya ada awan mendung dalam hatiku,

Bukannya tak ingin kusapa dirimu,
Bukannya tak ingin ku berbicara denganmu,
Bukannya tak ingin ku lihat senyummu,
Hanya saja,
Aku sedang mencoba,
Menjauh seperti engkau inginkan,
Seperti yang engkau mau,
Aku berusaha untuk melanjutkan semuanya tanpamu,
Meski hari-hari ku akan terasa berat tanpa senyumanmu,
Tapi aku yakin engkau akan lebih bahagia tanpa diriku,

Baik-baik lah disana,
Jangan rindukan kepergianku,
Jangan sesali semuanya,
Berbahagialah,
Aku yakin aku juga akan bahagia,
Karena,
Aku pernah berkata padamu,

"Aku ada orang yang bahagia jika melihat orang yang ku sayangi bahagia, meski diriku menjadi taruhannya ".

Teruntuk dirimu, yang memaksa ku pergi.
Medan, 11 Sept 2019.

Share:

Rabu, 04 September 2019

Rindu

Saat ku lihat semua kenangan itu,
Aku seperti melihat serpihan hati,
Yang takkan bisa kurangkai lagi,

Semua kenangan yang tersisa hanyalah sepi,
setiap lembaran foto, lembaran cerita,
kini hanyalah sebuah luka bagiku,
luka yang tak ingin kusembuhkan,

Ingin ku simpan setiap kenangan itu,
meski tanganku terluka saat menggenggamnya,
ingin rasanya ku kubur semuanya,
namun lebih baik aku mati dari pada mengubur semuanya,
semua kenangan berharga bagiku,
meski kini menimbulkan luka,

Untuk sejenak aku pernah berfikir,
aku ingin sebentar saja engkau disini,
bukannya aku tak terima semua kenyataan,
hanya saja aku rindu,

Rindu akan senyum mu,
Tawamu yang bahagiakan hatiku,
Suaramu yang lembut bagaikan suara angin,
Suara yang tak lagi kudengar,

Andai dulu kau pahami semuanya,
mungkin tak kurasakan semua ini,
semua rasa yang pedih kurasakan,
rasa rindu padamu yang tak ku mengerti,

Aku yakin aku mampu melewatinya,
namun aku tidak tahu,
butuh waktu berapa lama untuk kembali,
hari-hari yang ku lewati dalam kerinduan,
sungguh aneh rasa hati ini,
sedih, rindu, sakit, kurasakan,
aku tak mengerti lagi,

Rindu adalah hal yang indah,
hanya saja
Jika rindu akan hal yang tak mungkin kembali,
itu akan menyakitkan,

Medan, 04 September 2019 - Aku Rindu 💖
Share:

Minggu, 01 September 2019

Kebenaran Tulisan-tulisan Ku

Mungkin banyak yang berpikir saat aku menulis semua kata-kata ini, aku masih belum melupakan masa lalu,
Kenyataannya tidak, aku sudah melupakannya, melupakan dia,
Aku hanya sekedar menulis, mencurahkan apa yang ku pikirkan saat itu,
Hanya menulis kata-kata yang kupikir sesuatu yang bagus,
Aku tidak pernah membawa perasaan saat menulis tentang masa lalu,
Aku hanya membawa perasaan ku saat menulis tentang mu, tentang perasaan ku saat ini padamu,

Aku, aku hanya ingin kau tahu, aku telah melupakannya,
Aku tak ingin kau berpikir aku masih merindukannya, menginginkannya kembali,
Tidak, semua itu salah,
Saat ini aku menginginkan mu,
Dirimu,
Hanya dirimu,
Bukan dirinya yang hanya masa lalu ku,
Hanya dirimu yang saat ini kurindukan,
Dirimu yang selalu ku pikirkan,
Dirimu yang selalu ku perhatikan.

Maaf telah membuatmu bersedih,
Maaf telah membuatmu salah faham,
Maaf aku yang bodoh ini tidak peka,
Maafkan aku, teman spesialku.

Share:

Sabtu, 31 Agustus 2019

Perasaan

Ingin Ku Bertanya,

siapakah aku di hidupmu ?
apakah aku hanya seseorang teman bagimu ?
apakah aku hanya seseorang yang sekedar mengisi waktu luangmu ?
atau aku adalah seseorang yang selalu mengganggumu ?
berartikah kehadiranku buatmu ?

itu adalah sebagian dari beribu banyaknya pertanyaan yang tak terucap,
sebagian pertanyaan yang sering muncul dalam pikiranku,

tapi sudahlah, sekeras apapun aku berfikir, satupun tak dapat ku temukan jawabannya,
aku yang tak pernah bertanya, tidak akan pernah menemukan jawabannya.
untuk sekarang, meski aku tidak tahu siapa aku dihidupmu,
aku akan tetap berusaha untuk selalu ada buatmu,
karena aku sadar, untuk apa sebuah pengakuan tanpa adanya pembuktian,

memang tak akan mudah menjalani semuanya,
berjuang tanpa di perjuangkan adalah hal yang kulakukan saat ini,
itu lah pikir ku,

hari-hari yang ku lalui dengan harapan,
meski terkadang hanya menjadi angan-angan,
perjumpaan yang selalu kuusahakan, meski tuhan kadang tak merestui,
aku sadar, aku hanyalah salah satu bintang yang menyukai satu bulan,

senyumanmu, itulah alasan ku ingin melihatmu,
suara tawamu, itulah alasan ku mempermalukan diriku,
keberadaanmu, itulah alasan ku menemuimu,
kebahagiaanmu, itulah hal yang paling ku nantikan darimu.

meski aku mengenalmu, namun sebenarnya aku tidak tahu apa-apa,
aku tidak tahu apa yang kau pikirkan tentang semuanya,
aku berlagak mengenalmu hanya agar aku merasa dekat denganmu,
setidaknya itulah satu-satunya hal yang bisa ku lakukan untuk menghibur hatiku,

banyak orang yang selalu menasehatiku untuk berhenti,
namun mereka hanya tahu dari apa yang mereka lihat,
aku lah yang mengerti perasaanku dan apa yang sedang kulakukan,
karena aku mengerti, perjuangan ku belum berakhir,
meski beribu kekesalan, beribu kecemburuan, beribu amarah yang ku pendam,
aku tidak akan, tidak akan menyerah secepat ini, menyerah semudah ini,
selama masih ada sepercik kebahagiaan yang kurasakan,
aku tidak akan pernah meyerah meski ribuan tusukan di hati,

biarlah malam yang selalu mendengar ceritaku,
aku yang selalu bingung akan perasaanku sendiri,
hati yang selalu bertahan dari ribuan alasan pikiran,
namun aku bersyukur tuhan memberikan ku hati yang kuat,
hati yang dapat tetap bertahan dari segala ketidakpastian,

walau hanya diriku ini,
aku ingin kau merasa cukup,
namun aku tahu, hati bukanlah sesuatu yang mudah di atur,

hanya satu harapan ku untuk hatiku,
tegarlah dalam keadaan apapun,
percayalah aku sedang mempersiapkan kebahagiaan untukmu,
kebahgiaan untuk kita, percayalah.

AKU,
seseorang yang akan tetap berjuang,
meski hanya setitik kebahagiaan yang kurasakan,
namun, itu mengalahkan berjuta kesedihan,
kesedihan yang selama ini kurasakan.

Medan, 31 Agustus 2019 - Surat 💖
Share:

Tentangmu

Pagi itu ku lihat engkau duduk di dalam ruangan itu,
Entah sejak kapan kau berubah,
Kau menjadi lebih manis dari biasanya,
Apakah karena aku sudah lama tidak melihatmu,
Atau karena ku masih memiliki rasa padamu,

Tetapi nyatanya kau tetap sama,
Hanya melirikku dari jauh,
Membuang muka saat ku tatap,
Apakah kau begitu membenciku,

Mungkinkah memang ini yang kau mau,

Ingatkah kau tentang masa yang pernah kita habiskan bersama,
Sebenarnya selama itu aku tidak pernah tidak memikirkan mu,

Waktu yang berlalu mungkin tak engkau tahu, selalu aku suka padamu,
Cerita yang pernah kau ucap mungkinkah tentang dirnya,
Mengapa aku terus memikirkan mu,
Selalu memikirkan mu,

Aku yang kini hanya bisa melirikmu,
Aku yang tak bisa memandangmu langsung,
Aku yang bukan siapa siapa lagi,

Pernahkah terfikir olehmu,
Sedikit tentang rasaku padamu,
Rasa yang tak pernah hilang,
Rasa yang masih tak terbendung,

Aku seperti terjebak dalam ilusi mu,
Entah tak bisa keluar dari rasa ini.
Atau memang aku tak ingin mencari jalan keluar,

Aku yang kini tak bersamamu,
Kau yang sudah lupa tentangku,
Kita yang tinggal sebuah cerita,

Medan, 31 Agustus 2019 
Share:

Rabu, 28 Agustus 2019

Kenangan

Semoga kamu baik-baik saja
Semoga tidak ada orang yang menyakitimu seperti kamu menyakiti aku,

Walapun kita tak ada hubungan apapun,
Aku berterimakasih,
Untuk hari yang telah berlalu saat kau menemaniku,

Kita pernah bersama seperti bintang dan bulan,
Tapi akhirnya aku sadar , bintang bukan hanya ada satu, bukan hanya aku,

Sekarang, entah dimana dirimu berada,
Sesekali aku teringat kenangan bersamamu saat ku melakukan hal yang biasa kita lakukan bersama
Entah mengapa, meski kau begitu menyakitiku,
Terkadang aku masih mengingat kenangan manis berasamamu,

Meski kini, mungkin kau sudah punya kehidupan lain bersama yang lain,
Ku harap aku juga bisa sepertimu,
Melangkah ke arah yang lain, yang tak menuju ke arahmu lagi,

Aku ingat saat itu, aku merasa hanya kamu yang sayang padaku,
Aku langsung menilai kau lah yang terbaik untukku,
Aku masih ingat saat kita pernah saling mencintai,

Aku sadar , semua yang pergi akan pulang,
Meski aku tahu yang akan pulang darimu hanyalah kenangan,
Aku harap kenangan yang pulang adalah kenangan yang ingin ku kenang,

Jaga dirimu disana,
Meski kau tak lagi bersamaku,
Selama aku masih ada di bumi,
Rasa cintaku takkan pernah hilang padamu,
Bukannya aku bodoh, tapi aku ingin membuktikan pada dunia,
Bahwa yang setia itu masih ada,
Bahwa kenangan itu tak selamanya meninggalkan luka,

Hidup itu tak sekedar merelakan,
Meski aku tau sesuatu yang datang akan pergi,
Aku tak menyangka kau pergi secepat ini,
Meninggalkan ku tenggelam sendirian,
Membiarkan ku di terpa semua kenangan,
Kenangan yang hanya menyayat hati,

Aku tak tahu mengapa engkau memilih pergi dan menghilang,
Bulan-bulan yang kulalui tanpa dirimu, begitu menyakitkan, betapa pahitnya,
Sekuat hati aku belajar untuk menerima bahwa aku bukan lah orang yang kau inginkan.
Aku dan kau hanya manusia yang mudah berubah,

"Aku menyadari satu hal bahwa yang memang bukan untukku sekeras apapun ku paksakan sekuat hatiku tak kan mungkin jadi milikku, jika kau tak juga memperjuangkan ku, tetap saja kita tak akan menjadi sebuah cerita indah berakhir bahagia"

Sekarang,tiba saatnya kita harus berpisah,
Aku ingat engkau sangat baik padaku,
Bahwa pernah ada, dirimu dalam hidupku,
Engkau yang sangat berearti bagiku,

Setelah hari ini , yang tersisa hanya lah sepi,
Ku berdoa semoga lekas kembali seperti dulu,
Bagai mana mungkin aku lupa akan dirimu,
Sepanjang aku masih hidup didunia,
Baik-baik disana,

Kini kita telah berpisah,
Semoga kita menemukan kebahagian.


Medan, 28 Agustus 2019 - Untuk Kenangan.
Share: