Entah mengapa,
Aku tak mengerti lagi,
Kau yang memaksa ku,
Pergi jauh darimu,
Menghilang dari kehidupan mu,
Namun mengapa,
Hati ini tak terima dengan semuanya,
Semuanya terjadi begitu cepat,
Tanpa sepatah kata pun,
Kau pergi menjauh dariku,
Aku yang tak mengerti,
Aku yang kini bingung,
Aku yang kini tak terima dengan keadaan,
Aku yang kini merindukanmu,
Namun aku,
Aku yang tetap berusaha tegar,
Aku yang hanya bisa pura-pura tersenyum,
Aku yang tak bisa lagi menatap matamu,
Aku yang masih menginginkan mu,
Aku akan selalu menuruti apa kata mu,
Kau memaksaku pergi,
Aku akan pergi,
Hanya satu pintaku saat itu terjadi,
Jangan sesali perbuatanmu,
Jangan tangisi keadaan,
Berbahagialah dengan keputusanmu,
Jangan hiraukan aku,
Jangan hiraukan keberadaanku yang tak ingin lagi kau rasakan,
Percayalah aku akan baik-baik saja,
Percayalah aku akan selalu tersenyum,
Percayalah disetiap kesedihanku terdapat kebahagiaan dari mu yang bahagia dengan hilangnya aku,
Namun,
Satu pintaku,
Jangan kau minta aku kembali,
Karena kepedihan yang kurasakan sangat lah sakit,
Kepedihan yang tak ingin lagi kurasakan,
Berbahagialah tanpaku,
Temukan lah dia yang pantas untukmu,
Bukannya aku tidak ingin bersikap seperti dulu kepadamu,
Bukannya aku tidak perduli padamu lagi,
Bukannya aku tidak memperhatikan mu,
Hanya saja,
Setiap aku melihat wajahmu,
Hanya kekecewaan dan kesedihan yang kurasakan,
Hanya warna hitam dalam hariku,
Hanya ada awan mendung dalam hatiku,
Bukannya tak ingin kusapa dirimu,
Bukannya tak ingin ku berbicara denganmu,
Bukannya tak ingin ku lihat senyummu,
Hanya saja,
Aku sedang mencoba,
Menjauh seperti engkau inginkan,
Seperti yang engkau mau,
Aku berusaha untuk melanjutkan semuanya tanpamu,
Meski hari-hari ku akan terasa berat tanpa senyumanmu,
Tapi aku yakin engkau akan lebih bahagia tanpa diriku,
Baik-baik lah disana,
Jangan rindukan kepergianku,
Jangan sesali semuanya,
Berbahagialah,
Aku yakin aku juga akan bahagia,
Karena,
Aku pernah berkata padamu,
"Aku ada orang yang bahagia jika melihat orang yang ku sayangi bahagia, meski diriku menjadi taruhannya ".
Teruntuk dirimu, yang memaksa ku pergi.
Medan, 11 Sept 2019.