Surat Cinta Untuk Nama Yang Masih di Lauhul Mahfuzh - By Nurhayati Lubis
Tulisan dari seorang ukhti yang dirahasiakan namanya. ditulis dalam laptop saya dan tersimpan
pada 14 rabiul awal 1436.
Oleh;Asyaqil Jannah
Assalamualaika...warahmatullah...wabarakatuh..
Apakabar taman iman mu? Apakah kau masih setia menyiramnya agar tetap tumbuh segar dan wanginya yang sulit ditandingi nafsumu? Apakabar benteng iman mu? Apakah kau masih menjaga sebagaimana mestinya menjadi benteng yang kokoh dan tak mudah di goyahkan kesibukan duniawimu? Sebagaimana aku yang slalu berusaha menjaga taman iman milikku,yang akutak pernah membiarkan dedaunya gugur melainkan telah aku persiapkan dedaunan yang lain,agar taman imanku tak gersang lagi tandus...
Sudahkah lisan mu terjaga dari jilatan neraka? Berapa ayat cinta yang sudah kau lafaskan dari dua puluh empat jam waktu mu?
Duhai nama yang masih di lauhulmahfuzh,
Meskipun saat ini aku tak tau engkau dimana,tapi aku seakan-akan melihat dirimu dari cermin diriku,yang aku slalu percaya pada janji Rabbku tentang kebahagiaan hakiki.
Tahukah engkau,aku sedang mempersiapkan diriku dengan sebaik-beik iman agar kelak aku siap menyambut kedatanganmu,tahukah engkau,bunga itu akan mekar indah pada waktunya,kerna itu aku slalu menjaganya,ku pagari agar tak ada satu gangguanpun yang mengusik.Agar kau kelak merasa tenang disisiku....
Wahai pemilik nama yang kelak mengisi relung hati...
Tahukah engkau,aku adalah wanita pecemburu berat,tapi jika Allah dan rasulNya yang lebih kau cintai dariku,tentu aku ridho padamu,tahukah engkau,aku adalah wanita yang tak sanggup ditinggal terlalu lama,tapi jika kepergianmu adalah menuju keridhaanNya,betapa aku sangat ridho padamu...
Ayahku slalu mendendangkanku ayat-ayat cinta ilahi,ia slalu berpesan jika engkau telah menjemputku,tak akan ku tinggalkan ayat-ayat cinta itu,
Ibuku slalu berpesan untukmemuliakanmu,menjaga kehormatan dan nama baikmu,
Tahukah engkau,mereka benar-benar ingin menyipakanku menjadi seorang putri yang dicemburui bidadari...
Tapi,maafkanlah...
Jika mencariku membuatmu terlalu sulit,membuatmu harus menyelam lautan,namun tak jua kau temui,maafkanlah jika ternyata aku adalah butiran pasir yang terhampar,seakan tak berharga,kerna bukankah Allah yang menentukan akan seperti apakah aku,sekalipun aku membalut diriku dengan lumpur emas,
Maafkanlah...
Jika kelak telah kau temui aku,ternyata aku bukanlah mutiara yang kau damba slama ini,bukan mutiara yang indah permukaanya,yang kilaunya menggoda setiap mata,
Duhai nama yang masih di lauhul mahfuzh,
Nama yang ibadahnya lebih banyakdariku, Jiwa yang imannya lebih kokoh dari imanku,insan yang ilmunya lebih banyak dariku , betapa sebenarnya aku resah dalam penantian ini...
Betapa sebanarnya ada banyak untaian kata yang ingin aku sampaikan,tapi lembar ini tak akan sanggup menampungnya,maka ku cukupkan sampai disini surat cinta ini...
Semoga Allah mempertemukan kita pada jalan dakwah yang penuh berkah
Cukup sampai disini,see you..
Assalamualaika...
@ 2 August 2017
0 comments:
Posting Komentar